Perbandingan Biaya Data Transfer AWS vs Azure vs GCP 2026: Egress, Cross-Region & CDN
Perbandingan lengkap biaya data transfer AWS ($0,09/GB), Azure ($0,087/GB), dan GCP ($0,12/GB) di 2026, plus strategi memangkas NAT Gateway, cross-AZ, dan egress internet hingga 90% dengan CDN, Direct Connect, dan alternatif zero-egress.
Biaya data transfer (egress) AWS, Azure, dan GCP di 2026 berkisar $0,087 hingga $0,12 per GB untuk lalu lintas internet keluar. Azure paling murah di volume rendah, GCP paling mahal, sementara biaya sesungguhnya justru bersembunyi pada NAT Gateway, cross-AZ, dan cross-region yang menumpuk di atas tarif dasar. Dari pengalaman saya membedah tagihan multi-cloud selama tiga tahun terakhir, egress rutin memakan 6–12% total biaya cloud dan sering menjadi item terbesar kedua setelah compute. Panduan ini membandingkan setiap SKU biaya transfer, kapan Direct Connect / ExpressRoute / Interconnect sepadan, dan workload mana yang benar-benar cocok di masing-masing provider.
Egress internet dasar 2026: AWS $0,09/GB, Azure $0,087/GB, GCP Premium $0,12/GB. GCP Standard Tier ($0,085/GB) adalah pengecualian yang jarang dipakai.
Untuk 10 TB/bulan, tagihan egress murni: AWS $913, Azure $882, GCP $1.137, dan Cloudflare R2 $0.
NAT Gateway AWS menambah $0,045/GB di atas egress. Bisa dieliminasi total via VPC Gateway Endpoint (gratis) untuk trafik S3 dan DynamoDB.
Azure menghapus biaya cross-AZ pada 21 Mei 2024, memberi keunggulan struktural untuk arsitektur multi-AZ dibanding AWS dan GCP.
Direct Connect ($0,02/GB) memberi diskon sekitar 78% vs egress internet, dengan break-even di sekitar 2,5 TB/bulan pada link 1 Gbps.
EU Data Act mewajibkan penghapusan egress fee untuk switching provider paling lambat 2027, tapi hanya berlaku saat migrasi keluar penuh, bukan trafik operasional harian.
Tarif dasar egress AWS vs Azure vs GCP 2026
Di 2026, tiga hyperscaler mempertahankan struktur harga egress bertingkat yang mirip di permukaan tapi berbeda signifikan begitu volume naik. AWS mulai dari $0,09/GB untuk 10 TB pertama, turun ke $0,085/GB untuk 40 TB berikutnya, $0,07/GB untuk 100 TB setelahnya, dan $0,05/GB di atas 150 TB. Azure hampir identik di tier atas tapi mulai lebih murah di $0,087/GB. GCP Premium Tier (yang menggunakan backbone Google global) paling mahal di $0,12/GB untuk 1 TB pertama, $0,11/GB untuk tier menengah, dan $0,08/GB di atas 10 TB.
GCP Standard Tier menawarkan $0,085/GB dengan routing internet publik, tapi mengorbankan latensi dan jalur premium Google. Sedikit tim yang saya audit benar-benar memakainya karena performa terpengaruh untuk API user-facing. Ingress (data masuk) tetap gratis di semua provider, jadi seluruh biaya transfer duduk di sisi keluar. AWS dan Azure sama-sama memberi 100 GB/bulan gratis, sementara GCP memberi 200 GiB/bulan untuk egress ke luar region.
Kategori Biaya
AWS
Azure
GCP (Premium)
GCP (Standard)
Egress internet (tier awal)
$0,09/GB
$0,087/GB
$0,12/GB
$0,085/GB
Egress di atas 150 TB
$0,05/GB
$0,05/GB
$0,08/GB
n/a
Cross-region (dalam US)
$0,02/GB
$0,02/GB
$0,01/GB
$0,01/GB
Cross-AZ (dalam region)
$0,01/GB tiap arah
Gratis (sejak Mei 2024)
$0,01/GB tiap arah
$0,01/GB tiap arah
NAT Gateway processing
$0,045/GB
$0,045/GB (NAT Gateway)
$0,045/GB (Cloud NAT)
$0,045/GB
Private link ke storage
Gratis (VPC Gateway Endpoint)
$0,01/GB
Gratis (Private Google Access)
Gratis
Free tier bulanan
100 GB
100 GB
200 GiB
200 GiB
Untuk konteks nyata: workload SaaS yang mengalirkan 10 TB/bulan ke user akan membayar $913 di AWS, $882 di Azure, atau $1.137 di GCP sebelum menambahkan NAT Gateway atau cross-AZ. Selisih $255/bulan antara Azure dan GCP terlihat kecil, tapi di 100 TB/bulan menjadi sekitar $2.500/bulan atau $30.000/tahun hanya untuk pilihan provider yang sama-sama "internet keluar".
Tarif egress dasar hanyalah lapisan pertama. Setiap kali paket melewati NAT Gateway di AWS, Anda membayar tambahan $0,045/GB, jadi trafik S3-ke-EC2 via NAT Gateway sebenarnya kena $0,045 (processing) plus $0,01 (cross-AZ jika bucket dan instance berbeda AZ) meski secara teori "gratis" dalam region. Saya pernah menemukan tim yang menghabiskan $18.000/bulan hanya untuk NAT Gateway processing karena semua trafik outbound EKS dirutekan lewat satu NAT. Masalahnya hilang setelah kami memasang VPC Endpoint untuk S3, ECR, dan Secrets Manager yang totalnya menghemat lebih dari $200.000/tahun.
Cross-AZ transfer adalah biaya yang paling sering diabaikan. Di AWS dan GCP, setiap paket antar AZ dibebani $0,01/GB per arah, jadi round-trip $0,02/GB. Untuk deployment Kafka atau Elasticsearch dengan replikasi lintas AZ, ini bisa menambah ribuan dolar tak terduga. Azure adalah pengecualian sejak Mei 2024: Microsoft menghapus biaya cross-AZ sepenuhnya, membuat topologi multi-AZ collector dan message bus lebih murah secara struktural di Azure dibanding dua kompetitor lain.
Cross-region transfer punya perilaku menarik. Di AWS dan Azure sama-sama $0,02/GB antar region US, sementara GCP hanya $0,01/GB, separuh harga hyperscaler lain. Untuk arsitektur disaster-recovery yang mereplikasi 500 TB/bulan antar region US, itu berarti $60.000/tahun di AWS vs $30.000/tahun di GCP, selisih $30.000 hanya dari satu keputusan arsitektur. Namun cross-region ke Asia-Pacific (termasuk region Jakarta) umumnya lebih mahal, sekitar $0,08–$0,09/GB, karena traversal backbone internasional.
Cloud mana yang paling murah untuk data transfer?
Jawaban jujur dari benchmarker multi-cloud: tidak ada satu cloud yang termurah untuk semua workload. Setelah membedah puluhan tagihan, saya menemukan tiga pola konsisten yang menentukan cloud mana paling hemat untuk kasus spesifik Anda.
Azure menang untuk workload multi-AZ. Karena tidak ada biaya cross-AZ sejak Mei 2024, arsitektur observability, event bus (Kafka/Event Hubs), dan database cluster yang replikatif akan otomatis lebih hemat 15–30% di Azure dibanding AWS atau GCP. Untuk startup yang menjalankan Elasticsearch cluster tiga-AZ dengan trafik replikasi sekitar 50 TB/bulan, saya hitung selisih $500 sampai $800/bulan hanya dari faktor ini.
GCP menang untuk workload data-intensif intra-region. Egress Cloud Storage ke Compute Engine di region yang sama gratis, tidak ada padanan langsung di AWS. Untuk ML training pipelines, analytics warehouse, dan batch ETL yang membaca puluhan TB dari object storage setiap hari, GCP menghilangkan satu line item konstan. Selain itu, cross-region GCP setengah harga AWS/Azure untuk arsitektur multi-region.
AWS menang untuk skala besar dengan Direct Connect. Di volume di atas 20 TB/bulan, AWS menawarkan program diskon enterprise (EDP) yang bisa mengurangi tarif egress hingga 25%, dan Direct Connect memangkas per-GB ke $0,02. Kombinasi tier-4 pricing ($0,05/GB di atas 150 TB) plus EDP membuat AWS kompetitif untuk publisher konten skala menengah-besar yang belum siap pindah ke CDN pihak ketiga.
Namun untuk trafik internet publik murni, ketiganya kalah jauh dari Cloudflare R2 ($0/GB) atau Oracle Cloud ($0,0085/GB setelah 10 TB gratis). Kalau data-transfer sudah lebih dari 50% tagihan Anda, itu sinyal kuat untuk memindahkan storage ke provider zero-egress dan menyisakan compute di hyperscaler.
Bagaimana cara mengurangi biaya egress AWS?
Ada tujuh strategi teknis yang secara konsisten memberi hasil pada audit yang saya lakukan. Saya rangking berdasarkan rasio hemat vs effort implementasi.
1. Pasang VPC Gateway Endpoint untuk S3 dan DynamoDB
Gateway Endpoint gratis dan menghilangkan biaya NAT Gateway processing ($0,045/GB) untuk trafik ke S3 dan DynamoDB. Ini biasanya kemenangan cepat #1, implementasinya 5 menit lewat Terraform:
2. Interface Endpoint untuk ECR, Secrets Manager, dan SSM
Berbeda dari Gateway Endpoint, Interface Endpoint (PrivateLink) berbiaya $0,01/jam per AZ plus $0,01/GB, tapi jauh lebih murah dari NAT processing $0,045/GB untuk trafik pull image container yang bervolume besar. Break-even sekitar 200 GB/bulan per AZ.
3. CloudFront untuk trafik user-facing
CloudFront-ke-internet berharga $0,085/GB di tier awal, sedikit lebih murah dari S3 langsung. Yang lebih penting: trafik S3 → CloudFront gratis, jadi Anda hanya bayar egress CloudFront sekali, bukan dua kali seperti pola S3 langsung dengan hit-rate rendah.
4. Kompresi Brotli/gzip di origin
Kompresi Brotli level 6 rata-rata mengurangi payload text/JSON/HTML sebesar 60–75%. Kalau API endpoint Anda meng-emit 3 TB/bulan JSON, itu jadi sekitar 900 GB setelah kompresi, hemat $190/bulan hanya dari header Content-Encoding: br.
5. Konsolidasi VPC dengan Transit Gateway
Trafik lintas-VPC via VPC Peering gratis, tapi Transit Gateway mengenakan $0,02/GB, jadi untuk hub-and-spoke besar, evaluasi apakah peering direct lebih murah dari centralized routing.
6. Batch dan buffer request lintas region
Alih-alih memicu 100.000 API call kecil lintas region setiap jam, buffer dan kirim payload gabungan tiap 15 menit. Overhead HTTP header dan TLS handshake bisa mencapai 30% overhead trafik jika request-nya sangat kecil.
7. Audit egress bulanan dengan Cost and Usage Report
Query CUR di Athena dengan filter line_item_usage_type LIKE '%DataTransfer%', rangking dari terbesar. Baseline saya: kalau satu SKU egress melebihi 10% tagihan bulanan, itu kandidat optimasi.
Kapan Direct Connect / ExpressRoute sepadan?
AWS Direct Connect mengubah biaya egress dari $0,09/GB menjadi $0,02/GB, diskon 78% per GB. Tapi ada biaya tetap: port fee sekitar $220/bulan untuk 1 Gbps di sebagian besar region. Break-even: (biaya port × 12) ÷ (selisih per GB × 1024) = 220 ÷ (0,07 × 1024) = sekitar 3 GB/hari, atau sekitar 2,5 TB/bulan. Di bawah threshold itu, Direct Connect merugi vs internet egress murni.
Azure ExpressRoute Metered dikenakan $0,025/GB dengan port fee $55/bulan untuk 50 Mbps atau $300/bulan untuk 1 Gbps. Untuk workload dengan trafik stabil lebih dari 5 TB/bulan, ExpressRoute Unlimited (flat fee $300 sampai $5.000/bulan tergantung bandwidth) sering lebih ekonomis daripada per-GB. GCP Cloud Interconnect menawarkan Dedicated ($1.700/bulan per 10 Gbps port) atau Partner Interconnect ($1,00 hingga $0,40 per jam per attachment), pricing paling kompleks di antara tiga.
Namun Direct Connect / ExpressRoute bukan hanya soal harga. Latency deterministik dan tidak melewati internet publik penting untuk workload compliance-sensitive: fintech, healthcare, atau data yang tidak boleh keluar jalur privat. Untuk publisher konten atau SaaS user-facing yang trafik-nya harus terjangkau dari luar corporate network, Direct Connect tidak relevan. CDN atau egress internet yang berlaku.
Strategi CDN untuk memangkas egress 60–80%
CDN memindahkan biaya bandwidth dari SKU egress premium ke SKU CDN yang biasanya 20–40% lebih murah, plus menambahkan cache yang mengurangi hit ke origin. Untuk website statis, aset media, atau API GET-heavy dengan cache-ability tinggi, CDN adalah kemenangan struktural.
Tarif CDN 2026: CloudFront $0,085/GB di tier awal (turun ke $0,020/GB di tier top), Azure Front Door $0,081/GB, Google Cloud CDN $0,08/GB, Cloudflare $0/GB untuk paket Pro/Business/Enterprise. Poin krusial: trafik dari S3/Blob/GCS ke CDN-nya sendiri gratis, jadi Anda tidak membayar egress dua kali. Ini mengubah kalkulasi total drastis untuk workload dengan hit-rate cache 80% ke atas.
# Contoh: workload video streaming 100 TB/bulan
# Skenario A: S3 langsung ke user
100 TB × $0,05/GB (tier top AWS) = $5.000/bulan
# Skenario B: S3 → CloudFront → user (cache hit 85%)
15 TB egress ke CloudFront (gratis) = $0
85 TB dari cache CloudFront × $0,020/GB = $1.700
Requests + invalidation = ~$50
Total = $1.750/bulan
# Hemat 65% hanya dengan menambah CDN layer
Kombinasi paling agresif: Backblaze B2 + Cloudflare Bandwidth Alliance memberi egress $0/GB dari B2 ke Cloudflare CDN, lalu Cloudflare menyediakan bandwidth ke user tanpa biaya per-GB. Untuk publisher konten skala besar (video, image, download), stack ini bisa memangkas biaya bandwidth 90% ke atas vs AWS S3 + CloudFront murni.
Alternatif nol-egress: Cloudflare R2, Backblaze B2, OCI
Cloudflare R2 memang benar-benar gratis untuk egress. Anda hanya bayar storage ($0,015/GB/bulan) dan operations (Class A $4,50 per juta, Class B $0,36 per juta). Untuk workload dengan rasio read tinggi tapi storage sedang (di bawah 10 TB), R2 hampir selalu lebih murah dari S3 + CloudFront. Kekurangannya, R2 kompatibel dengan S3 API tapi bukan drop-in. Beberapa fitur seperti Object Lock Compliance mode dan lifecycle policy multi-transition belum sepenuhnya paritas.
Backblaze B2 mirip: $0,006/GB storage, egress $0,01/GB (tapi $0 ke Cloudflare via Bandwidth Alliance). Oracle Cloud Infrastructure menawarkan 10 TB egress gratis per bulan, $0,0085/GB setelahnya. Untuk workload distribusi 50 TB/bulan, OCI menghemat lebih dari $4.000/bulan dibanding AWS. Trade-off: ekosistem OCI jauh lebih kecil dari tiga hyperscaler utama, jadi tim harus mengevaluasi apakah pool layanan cukup untuk kebutuhan Anda.
Pola arsitektur yang saya sering rekomendasikan: storage panas di R2/B2, compute di AWS/GCP, database di provider utama. Ini memberi 80% penghematan bandwidth tanpa mengorbankan managed services yang matang. Trade-off-nya adalah kompleksitas cross-cloud networking dan potensi latency 30 sampai 80ms tambahan untuk read pertama sebelum cache hit.
EU Data Act 2027 dan masa depan egress fee
Komisi Eropa mengakui bahwa egress fee adalah mekanisme lock-in struktural. EU Data Act mewajibkan cloud provider menghilangkan hambatan switching, dan sejak Januari 2024 sudah menerapkan pengurangan bertahap. Deadline akhir: egress fee harus dihapus sepenuhnya paling lambat 12 Januari 2027 untuk skenario switching provider.
AWS, Azure, dan GCP semua sudah mengumumkan program "free data transfer out to internet when moving out" yang cocok dengan regulasi ini. Cloudflare telah mendokumentasikan bahwa markup egress hyperscaler mencapai ribuan persen di atas biaya transit internet wholesale, celah yang sulit dijelaskan sebagai murni biaya infrastruktur.
Yang tidak tercakup EU Data Act: trafik operasional harian. Webhook ke pihak ketiga, download user dari S3 bucket Anda, replikasi cross-cloud, semuanya tetap kena tarif normal. Kebijakan free-egress-on-exit hanya berlaku saat Anda benar-benar keluar dari provider secara penuh, terdokumentasi, dan dalam window waktu terbatas. Jadi jangan berharap 2027 akan menghilangkan seluruh masalah egress. Yang hilang hanyalah hambatan migrasi.
Rekomendasi per workload: workload mana ke provider mana
Setelah menjalankan puluhan analisis TCO multi-cloud, ini adalah cheat sheet yang saya bagikan ke klien. Tidak ada yang absolut, anggap saja sebagai starting point untuk analisis lebih dalam.
Workload
Provider Optimal (Bandwidth)
Alasan Utama
Static site / SPA global
Cloudflare R2 + Pages
Zero egress plus CDN global gratis untuk paket berbayar
Video streaming skala besar
Backblaze B2 + Cloudflare
Bandwidth Alliance sama dengan $0 egress
ML training / big-data batch
GCP
Cloud Storage → Compute Engine same-region gratis
SaaS multi-AZ (Kafka, ES)
Azure
Tidak ada biaya cross-AZ sejak Mei 2024
Enterprise dengan on-prem DC
AWS + Direct Connect
$0,02/GB via DX, ekosistem hybrid paling matang
Backup / disaster recovery
OCI atau Wasabi
Egress murah, free tier besar
API GET-heavy publik
Cloudflare Workers + R2
Compute + storage + CDN dalam satu tagihan tanpa egress
Compliance-sensitive (region ID)
AWS Jakarta / Azure Jakarta
Data residency, egress lebih mahal tapi patuh regulasi
Perhatikan bahwa untuk workload region Indonesia (Jakarta), tarif egress hyperscaler cenderung 20–30% lebih tinggi dari region US karena traversal backbone internasional. Ini membuat strategi CDN dan zero-egress alternatif lebih menguntungkan di Asia-Pacific dibanding US/EU. Untuk perhitungan komprehensif seperti ini, saya juga menyarankan membaca panduan 12 strategi optimasi biaya cloud 2026 untuk framework FinOps yang cocok dipasangkan dengan optimasi egress ini, dan panduan spot instance multi-cloud untuk memangkas sisi compute yang sering menyusul egress sebagai biggest spender.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa biaya egress AWS untuk 1 TB per bulan di 2026?
AWS mengenakan $0,09/GB untuk 10 TB pertama per bulan setelah 100 GB free tier. Untuk 1 TB (1.024 GB), biayanya adalah (1.024 − 100) × $0,09 = sekitar $83,16/bulan. Tambahkan NAT Gateway ($0,045/GB) jika trafik melewati NAT. Banyak tagihan bengkak karena komponen ini sering tidak diperhitungkan.
Apakah Cloudflare R2 benar-benar gratis untuk egress?
Ya, Cloudflare R2 memang $0/GB untuk egress, tanpa batas volume. Anda tetap membayar storage ($0,015/GB/bulan) dan operations (Class A $4,50/juta, Class B $0,36/juta). Untuk workload read-heavy dengan storage di bawah 10 TB, R2 hampir selalu lebih murah dari S3 + CloudFront meski API tidak 100% paritas dengan S3.
Apakah trafik antar AZ di Azure benar-benar gratis?
Ya, sejak 21 Mei 2024 Microsoft menghapus biaya cross-AZ (Availability Zone) di Azure sepenuhnya. Ini keunggulan struktural untuk workload multi-AZ seperti Kafka, database cluster, dan observability collectors. AWS dan GCP masih mengenakan $0,01/GB per arah untuk trafik yang sama.
Kapan Direct Connect lebih murah dari egress internet?
Break-even untuk 1 Gbps Direct Connect (sekitar $220/bulan port fee) adalah sekitar 2,5 TB/bulan. Di bawah threshold itu, biaya port fee membuat DX lebih mahal dari egress on-demand. Di atas 5 TB/bulan, DX konsisten menang 60–78% per GB. Untuk 10 Gbps port, break-even bergeser ke sekitar 15 TB/bulan.
Apakah EU Data Act akan menghilangkan semua biaya egress cloud di 2027?
Tidak sepenuhnya. EU Data Act (efektif penuh 12 Januari 2027) mewajibkan penghapusan egress fee hanya untuk skenario switching provider, saat Anda benar-benar migrasi keluar. Trafik operasional harian, webhook, user download, dan replikasi cross-cloud tetap kena tarif normal. Regulasi menghilangkan hambatan pindah, bukan biaya operasi.
Panduan operasional menekan tagihan AWS RDS 35-60% di 2026 lewat right-sizing, Reserved Instances 3 tahun, migrasi gp3, Aurora Serverless v2 scale-to-zero, dan Aurora I/O-Optimized. Lengkap dengan AWS CLI dan Terraform.
Panduan setup deteksi anomali biaya cloud di AWS, Azure, dan GCP. Contoh CLI, pipeline BigQuery + z-score, integrasi Slack/PagerDuty, dan runbook remediasi yang sudah teruji di production.